Showing posts with label Rangkaian Instrumen. Show all posts
Showing posts with label Rangkaian Instrumen. Show all posts

Thursday, 26 April 2012

Kompressor Mini

"BELAJAR ELEKTRONIKA - ASYIK" Rangkaian ini adalah untuk suatu kompresor dinamis umpan maju (feed-forward) yang tidak seperti sistem umpan balik, tidak menggunakan isyarat keluaran sebagai umpan balik ke dalam sistem kontrol. Jadi, tidak menggunakan suatu loop kontrol, rangkaian ini menggunakan kontrol sejajar/paralel.
Diagram rangkaian memperlihatkan sebagaian besar dari suatu umpan maju. Kriteria rancangan untuk kompresor dinamis yang sederhana ini hanya menggunakan satu komponen aktif (T1)
Isyarat suara yang di terima pada masukan umumnya dilakukan lewat C1R1, D1C2, dan R2 ke keluaran. Tetapi, sebagaian dari isyarat suara juga mengumpan detektor D3/D4 dan mengatur tegangan kontrol untuk T1. Harga masukan isyarat suara yang makin tinggi, membuat Tmakin menghantar dan arus akan mengalir makin besar dari emitor melalui dioda D1. Dioda ini akan menjadi menghantar dan menghubung singkat ke bumi sejumlah isyarat yang lebih besar dari isyarat suara yang diterima lewat R1. Itulah dasar, bagaimana rangkaian ini bekerja.
Dioda-dioda  Ddan D4 di beri prategangan arah maju oleh T2 dan R4, jadi detektor dapat bekerja hanya dengan isyarat-isyarat masukan yang sangat kecil. Waktu decay dari sistem kontrol ditentukan oleh harga-harga C4 dan C5. Tidak ada pengontrolan waktu (tidak sama seperti sistem umpan balik), karena isyarat pewaktu akan dengan mudah menyebabkan pengemudian berlebih.
Karena kesederhanaannya, maka kompresor ini sangat efektif. Dengan masukan yang berkisar pada 50 dB, keluaran tetap konstan pada ±3 dB. Pengaturan tidak simetrik tidak secara aktif menurunkan cacat pada suatu taraf tertentu (hanya beberapa persen saja), tetapi itu bukan masalah dalam banyak pemakaian. Satu penggunaan yang nyata dari kompresor ini adalah dalam suatu pemancar radio amatir.
source : www.belejarelektronika.com

Read more »

Wednesday, 21 March 2012

RANGKAIAN PENGUSIR TIKUS NYAMUK DAN KECOA otomatis

"BELAJAR ELEKTRONIKA ASYIK"- Rangkaian pengusir tikus,nyamuk dan kecoa ini bekerja dengan mengeluarkan suara yang telah kita ketahui bisa mengganggu pendengaran mereka, sehingga akan menjauhi jangkauan suara pengusir ini.

Frekuensi yang dihasilkan rata-rata 30-50 KHz, sayangnya banyak juga rangkaian yang tidak benar bekerja mengusir hama (tikus).

Bukan karena tidak berfungsi tetapi karena adanya perbedaan beberapa jenis hama tikus dengan merasakan suara ultrasonik itu sendiri termasuk nyamuk tentunya.

Seperti yang kita ketahui sendiri ada beberapa jenis tikus, sebut saja tikus ruma, tikus got, tikus sawah dan tikus wirok. Ini juga yang menyababkan beberapa pengusir tikus sama sekali tidak berpengaruh terhadap tikus. Pada beberapa hama ditemukan frekuensi 35 KHz supaya bisa mengganggu pendengaran mereka sedangkan pada hama yang lain ditemukan 50KHz, dan jelas tidak efisien jika tidak membuat beberapa rangkaian dengan frekuensi yang berbeda. Adapun rangkaian pengusir tikus dengan VR untuk mengatur frekuensi keluaran, akan sering diatur secara manual oleh kita sendiri sehingga menghasilkan efek yang maksimal.

Setelah mencari beberapa rangkaian pengusir tikus, ane menemukan satu rangkaian yang bisa memecahkan masalah tersebut. Kelebihan rangkaian tersebut adalah secara otomatis dan terus menerus akan merubah frekuensi keluaran dengan rentang antara 30-50 KHz dengan timing yang sudah ditentukan. berikut ini adalah rangkaiannnya :

IC CA3130 disini berfungsi sebagai oscilator gelombang frekuensi berbentuk persegi yang diumpankan ke inpit clock IC CD4047 yang merupakan IC pencacah dekade yang banyak digunakan. Disinilah timing itu dilakukan. VR1 digunakan untuk merubah pulsaclock. sedangkan IC 3 adalah sebagai multivibrator astabil yang beroprasi pada frekuensi hampir 80 KHz yang kemudian keluaranannya diperkuat oleh transistor BD 139 - BD 140 supaya bisamenjangkau area yang luas,,,,

untuk bisa memastikan alat ini tidak error harus digunakan osiloskop untuk melihat frekuensinya cacat atau tidak,,,
demikian dari saya RANGKAIAN PENGUSIR TIKUS OTOMATIS semoga bermanfaat...

Read more »

RANGKAIAN PENDETEKSI AIR DI TOWER

"BELAJAR ELEKTRONIKA ASYIK" Rangkaian Pendeteksi Level Air. Air adalah kehidupan, begitu pepatah lawas mengungkapkan. Tidak berlebihan, sebab sebagai komponen penting, keberadaannya mutlak dibutuhkan. Celakanya, pemenuhan air bersih diIndonesia tetap menjadi masalah, terutama di Pulau Jawa. Di pulau terpadat penduduk ini, hanya mempunyai 4,5% potensi air tawar nasional tetapi harus menopang 65% dari jumlah penduduk Indonesia yang ± 220 juta jiwa. Ini menunjukan jumlah ketersediaan air bersih tidak sepadan dengan permintaannya.
Sistem pipanisai (air PAM) yang diterapkan, hanya cukup untuk mengaliri 23% rumah tangga di Indonesia, selebihnya harus mengambil air tanah guna mencukupi kebutuhan akan air.  Nah, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi bila secara beramai-ramai setiap hari kita menggunakan air tanah tanpa kendali?  Besarnya volume pengambilan air tanah ini tentu saja akan menimbulkan dampak negatif. Selain dapat menurunkan tingkat permukaan tanah, menurunnya debit air tanah akan mampu mempercepat intrusi air laut ke daratan. Artinya, kandungan air tanah akan berubah menjadi air laut yang tidak layak konsumsi. Yang lebih mengerikan lagi jika penurunan permukaan tanah sudah lebih rendah dari permukaan air laut, maka potensi terjadi tenggelam sangat besar.
Melihat dampaknya yang tidak bisa dianggap sepele, akan lebih baik jika sedari dini kita peduli untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius dengan cara menghemat air di rumah. Tapi kita sering kali lupa menutup kran atau mematikan pompa air listrik padahal baik air sudah penuh terisi sehingga air tumpah kemana-mana. Nah untuk mengantisipasi tumpahnya air di bak mandi, kini diciptakan Rangkaian Pendeteksi Level Air.

Daftar Komponen :
R1                   10K ohms resistor
R2                   10K ohms resistor
R3                   10K ohms resistor
R4                   1K ohms resistor
R5                   10K ohms resistor
R6                   1K ohms resistor
C1                   100nF cap
Led1                5mm green led
Led2                5mm red led
D1                   4V7 zener diode
Piezo               Piezo HPE-120
VR1                78L05 regulator
IC1                  12F683 SOIC microcontroller from Microchip
S1                    Push button
Others:
Box
9V battery
PCB
Metal strips
Hex program for the microcontroller
Semoga Rangkaian pendeteksi air di tower bermanfaat bagi Anda dan kita dalam rangka upaya menghemat air di rumah.
Sumber ( source) : www.electronics-lab.com


Read more »

Monday, 2 January 2012

SKEMA RANGKAIAN LAMPU OTOMATIS

"BELAJARELEKTRONIKA-ASYIK" Jika kita perhatikan! lampu penerangan jalan raya akan nyala secara otomatis saat keadaan sekitar gelap (malam). Rangkaian berikut adalah rangkaian lampu-lampu tersebut. Sebagai pendeteksi keadaan gelap kita pakai LDR.
Q1 memerlukan tegangan sekitar 0.7 untuk mengaktifkan kaki basis. Jika kaki basis aktif maka transistor akan akatif dan relay ON. Saat LDR terkena cahaya maka hambatannya menurun sehingga tegangannya pada R2 dan R3 cukup besar (rangkaian pembagi tegangan) sehingga Q1 aktif. Jika pada malam hari/gelap hambatan LDR sangat besar sehingga tegangan pada R2 dan R3 kecil sehingga Q1 OFF. Lampu 220 v bisa kita sambungkan ke relay. Relay mempunyai dua pin yaitu NC (normaly close) dan NO (normaly open). Karena di siang hari relay ON sedang di malam hari OFF maka lampu kita sambung ke NC. VR digunakan untuk menentukan kepekaan sensor LDR. 

Read more »

Wednesday, 14 December 2011

Rangkaian Modular Control Center

:BELAJAR ELEKTRONIKA - ASYIK" - Rangkaian Modular Control Center. Rangkaian ini memiliki dua input tingkat tinggi yang diaktifkan oleh SW1, diikuti oleh IC1A gain impedansi input buffer yang tinggi. Output dari buffer ini mengemudikan rangkaian  jaringan pasif Loudness.
Di bawah ini kami lampirkan gambar
Daftar Komponen :
P1______________47K  Log. Potentiometer
                     (twin concentric-spindle dual gang for stereo)

R1,R2,R4_______100K  1/4W Resistors
R3,R14_________560R  1/4W Resistors
R5_______________1K  1/4W Resistor
R6,R7,R10_______10K  1/4W Resistors
R8,R9___________22K  1/4W Resistors
R11_____________68K  1/4W Resistor
R12______________1K5 1/4W Resistor
R13_____________12K  1/4W Resistor

C1_______________1µF  63V Polyester Capacitor
C2,C3__________100pF  63V Polystyrene or Ceramic Capacitors
C4______________47nF  63V Polyester Capacitor
C5______________22nF  63V Polyester Capacitor
C6_____________220pF  63V Polystyrene or Ceramic Capacitor
C7,C10_________100nF  63V Polyester Capacitors
C8,C11___________4µ7  25V Electrolytic Capacitors
C9,C12________2200µF  25V Electrolytic Capacitors

IC1___________TL072   Dual BIFET Op-Amp
IC2___________78L15   15V 100mA Positive Regulator IC
IC3___________79L15   15V 100mA Negative Regulator IC

D1,D2________1N4002  200V 1A Diodes

SW1____________DPDT  Toggle Switch
SW2____________2 poles 3 ways Rotary Switch

J1,J2,J3,J5____RCA audio input sockets
J4_____________Mini DC Power Socket
Kontrol saklar SW2A memungkinkan pilihan dari dua kurva kompensasi frekuensi yang berbeda untuk digunakan saat program suara direproduksi pada tingkat rendah. Kurva harus digunakan dengan rendah ke tingkat reproduksi pertengahan, dalam prakteknya ketika tombol kontrol volume diatur sekitar kuartal kedua perjalanan tersebut. Kurva II adalah paling cocok untuk tingkat yang sangat rendah, yaitu ketika tombol kontrol volume diatur sekitar kuartal pertama. Untuk mendapatkan respon frekuensi datar sempurna, Loudness kontrol harus diatur dalam posisi OFF.
Berikut Op-Amp (IC1B) menyediakan semua kelebihan yang diperlukan oleh preamplifier, menampilkan 166mV RMS sensitivitas masukan pada output RMS 1.5 Volt dengan distorsi yang sangat rendah. Oleh karena itu mampu mengemudi masukan amplifier sensivitas daya rendah.
Rel ganda  catu daya diperlukan untuk Rangkaian Modular Control  Center ini diambil dari tegangan tunggal AC 15  – 18 Volt yang sesuai diberikan oleh eksternal Adaptor Power Supply. D1 dan D2 memperbaiki masing-masing setengah glombang positif dan setengah gelombang negatif dalam rangka untuk mendapatkan polaritas tegangan rel ganda yang berlawanan. IC2 dan IC3 menyediakan pasokan baik sekitar 15 Volt DC  diatur dengan baik  ke Op-Amps.
Sumber (source) : redcircuits.com



Read more »

Monday, 5 December 2011

Rangkaian Alarm Kebakaran dengan Sensor Suhu

"BELAJAR ELEKTRONIKA - ASYIK" -Kebakaran dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya lupa mematikan alat yang bisa menimbulkan seperti setrika, rangkaian alarm kebakaran dengan sensor suhu ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan dalam usaha untuk mengamankan rumah kita dari bahaya kebakaran.
Sebenarnya ada juga rangkaian alarm kebakaran yang menggunakan LDR, namun saya pikir kurang efektif karena pada dasarnya itu adalah sensor cahaya, yaitu dengan adanya asap maka intensitas cahaya yang jatuh ke LDR akan berkurang dan mentrigger rangkaian. Namun seperti seperti yang saya katakan sepertinya kurang efektif.
\
Rangkaian alarm kebakaran ini memanfaatkan IC LM35 sebagai sensor suhunya. Dimana bila settingan suhu pada suatu ruangan sudah tercapai maka akan bisa mentrigger rangkaian untuk membunyikan alarm. Satu yang saya sukai dari sensor LM35 ini adalah kepekaannya terhadap suhu sehinggga cocok digunakan untuk sensor suhu, selain itu juga mudah didapat.

Output pada LM35 diumpankan ke IC LM339 pin negatif yang merupakan IC komparator dengan settingan positif input melalui VR1 dengan nilai 10K. VR inilah yang nantinya merupakan settingan kepekaan sensor suhu yang digunakan. Sedangkan LM 339 ini merupakan IC yang memiliki 4 komparator di dalamnya.
Output pada IC komparator LM339 diumpankan ke transistor T1 yaitu BC547, cara kerjanya ketika output low / rendah, T1 dalam keadaan cut off sehingga berfungsi seperti saklar terbuka, sehingga T2 akan bekerja seperti saklar tertutup dan mengakibatkan pin 4 (reset) pada IC 555 menjadi rendah. Dan karena input reset 555 rendah maka alarm tidak bekerja…. dan seterusnya bila terjadi trigger pada IC LM35 yang disebabkan temperatur suhu yang disetting sudah tercapai.
Berikut ini merupakan sedikit keunggulan dari IC sensor suhu LM35 :
  •     Memiliki sensitivitas temperatur, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC
  •     Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC
  •     Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC
  •     Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
  •     Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
  •     Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
  •     Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
  •     Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
Sedangkan untuk pemasangan alarm kebakaran ini bisa ditempatkan di sekitar bahan yang mudah terbakar atau tempat tempat yang berpotensi terjadinya kebakaran, dan sepertinya jika kita menggunakan beberapa sensor untuk satu rangkaian ( diparalel ) akan bekerja dengan baik karena impedansi IC LM ini memang rendah, mungkin :p
Cukup mudah bukan untuk merancang rangkaian alarm kebakaran ini ?
www.engineersgarage.com/
Related Words :
alarm kebakaran menggunakan sensor ldr,rangkaian sensor suhu,daftar komponen sensor suhu,komponen alarm,rangkaian sensor suhu ruangan,rangkaian lm35,cara kerja alarm kebakaran,kebakaran karena suhu,ic komparator,gambar rangkaian sistem alarm kebakaran menggunakan sensor suhu

Read more »