Showing posts with label Untuk Pemula. Show all posts
Showing posts with label Untuk Pemula. Show all posts

Sunday, 4 December 2011

Membaca Nilai Resistor Dengan Mudah



Sudah banyak yang menjelaskan tentang cara membaca nilai resistor namun mungkin bila tidak langsung praktek dengan resistor bersangkutan sebagian orang membutuhkan waktu untuk menguasai hal ini.
Baru baru ini saya menemukan sebuh website yang bisa menjawab permasalahan ini. Pada halaman website tersebut ditampilkan simulasi resistor dengan warna pada badan resistor yang bisa diganti dengan mudah / scroll ke bawah pada masing masing pita warna resistor.
Pita pita warna resistor ini tersedia hingga 6 gelang warna yang mungkin terdapat pada resistor.
Satu hal yang mesti dicamkan adalah website seperti ini hendaknya digunakan untuk sarana belajar, tidak bijak rasanya jika kita harus mengandalkan web seperti ini untuk sekedar mengetahui nilai suatu resistor

Berikut sedikit gambar mengenai halaman web ini  :
Terdapat keterangan jajaran resistor pada saat mencoba fungsi web ini, yaitu terdapat jajaran resistor E3, E6, E12, E24, E48, E96, E192 yang tidak lain adalah pengelompokkan nilai resistor berdasarkan resistansi yang dimilikinya. Berikut sedikit screenshotnya :
Untuk lengkapnya anda bisa mengunjungi web berikut : www.okaphone.nl
Bagaimana menurut anda, belajar membaca nilai resistor pun semakin mudah bukan ?




Read more »

Thursday, 24 November 2011

POWER SUPPLY SATABIL 0-30 VOLT

Komponen :
R1 = 560R 1/4W C1 = 100nF
R2 = 1,2 K 1/4W C2 = 2200uF 35-40V
R3 = 3,9 K 1/4W C3 = 100 pF
R4 = 15K 1/4W C4 = 100uF/ 35V
R5 = 0,15R 5W
D = B40 C3300/2200, 3A rectifier bridge
P1 = 10K potesiometer TR1 = BD 135
IC = LM723 TR2 = 2N3055

Read more »

Tuesday, 22 November 2011

Regulator Variable Sederhana

A simple but less efficient method of controlling a DC voltage is to use a voltage divider and transistor emitter follower configuration. The figure below illustrates using a 1K pot to set the base voltage of a medium power NPN transistor.

Skema Rangkaian Regulator Variable Sederhana

The collector of the NPN feeds the base of a larger PNP power transistor which supplies most of the current to the load. The output voltage will be about 0.7 volts below the voltage of the wiper of the 1K pot so the output can be adjusted from 0 to the full supply voltage minus 0.7 volts. Using two transistors provides a current gain of around 1000 or more so that only a couple milliamps of current is drawn from the voltage divider to supply a couple amps of current at the output.

Note that this circuit is much less efficient than the 555 timer dimmer circuit using a variabe duty cycle switching approach. A fairly large heat sink is required to prevent the PNP power transistor from overheating. The advantage of the circuit is simplicity, and also that it doesn't generate any RF interference as a switching regulator does. The circuit can be used as a voltage regulator if the input voltage remains constant.



Read more »

Monday, 21 November 2011

Resistor

Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:
\begin{align}V&=IR\\
I&=\frac{V}{R}\end{align}
Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi sepertinikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhudesah listrik, daninduktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.

Satuan

Ohm (simbol: Ω) adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama George Simon Ohm. Biasanya digunakan prefix miliohm, kiloohm dan megaohm.
Lambang Resistor

Konstruksi


Komposisi karbon

Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna dari harganya.
Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan isolator (biasanya keramik). Resin digunakan untuk melekatkan campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari serbuk karbon dengan bahan isolator. Resistor komposisi karbon sering digunakan sebelum tahun 1970-an, tetapi sekarang tidak terlalu populer karena resistor jenis lain mempunyai karakteristik yang lebih baik, seperti toleransi, kemandirian terhadap tegangan (resistor komposisi karbon berubah resistansinya jika dikenai tegangan lebih), dan kemandirian terhadap tekanan/regangan. Selain itu, jika resistor menjadi lembab, bahang dari solder dapat mengakibatkan perubahan resistansi yang tak dapat dikembalikan.
Walaupun begitu, resistor ini sangat reliabel jika tidak pernah diberikan tegangan lebih ataupun panas lebih.
Resistor ini masih diproduksi, tetapi relatif cukup mahal. Resistansinya berkisar antara beberapa miliohm hingga 22 MOhm.


Film karbon

Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur, ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 µΩ-cm) dapat memberikan resistansi yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70 °C. Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu di antara -55 °C hingga 155 °C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 v[2].


Film logam

Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam paduan khusus setebal beberapa mikrometer.

Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter penting yang memengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/°C, toleransi ±0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban 0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1μvolt/°C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi 0.08μH, kapasitansi 0.5pF[3].


Penandaan resistor

Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai. Kemasan biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, walaupun begitu warna lain juga mungkin, seperti merah tua atau abu-abu.
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung, dan sebuah titik (atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah "badan, ujung, titik" memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal. Toleransi dasarnya adalah ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat menggunakan warna perak (±10%) atau emas (±5%) pada ujung lainnya.

Identifikasi empat pita
Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang pita kelima menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.

Identifikasi lima pita

Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%), untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.

Resistor pasang-permukaan

Resistor pasang-permukaan dicetak dengan harga numerik dengan kode yang mirip dengan kondensator kecil. Resistor toleransi standar ditandai dengan kode tiga digit, dua pertama menunjukkan dua angka pertama resistansi dan angka ketiga menunjukkan pengali (jumlah nol). Contoh:
"334"= 33 × 10.000 ohm = 330 KOhm
"222"= 22 × 100 ohm = 2,2 KOhm
"473"= 47 × 1,000 ohm = 47 KOhm
"105"= 10 × 100,000 ohm = 1 MOhm
Resistansi kurang dari 100 ohm ditulis: 100, 220, 470. Contoh:
"100"= 10 × 1 ohm = 10 ohm
"220"= 22 × 1 ohm = 22 ohm
Kadang-kadang harga-harga tersebut ditulis "10" atau "22" untuk mencegah kebingungan.
Resistansi kurang dari 10 ohm menggunakan 'R' untuk menunjukkan letak titik desimal. Contoh:
"4R7"= 4.7 ohm
"0R22"= 0.22 ohm
"0R01"= 0.01 ohm
Resistor presisi ditandai dengan kode empat digit. Dimana tiga digit pertama menunjukkan harga resistansi dan digit keempat adalah pengali. Contoh:
"1001"= 100 × 10 ohm = 1 kohm
"4992"= 499 × 100 ohm = 49,9 kohm
"1000"= 100 × 1 ohm = 100 ohm
"000" dan "0000" kadang-kadang muncul bebagai harga untuk resistor nol ohm
Resistor pasang-permukaan saat ini biasanya terlalu kecil untuk ditandai.

Read more »

Saturday, 19 November 2011

POWER SUPPLY SIMETRIS WITH LM 7812 & LM 7912

Power supply on the only protected by capasitor as if the power supply is connected in series with the load. To power the power supply the more we...
PoWer supply on the only protected by capasitor as if the power supply is connected in series with the load. To power the power supply the more we can menggunakkan transistor TIP, but I have not membahasnya. Therefore I suggest using the minimal specification capasitor with 35V. To bridge dioda you can stack 4 of dioda then you become one solder bridge rectifier, or you can buy a bridge rectifier so that comb-shaped (sideways) or the box. Most dioda bridge I do not recommend using the 1 Ampere, in a series of adapter, the greater ampere dioda the better way in the current series. Dioda a toll road, and as the flow through the car. The large and wide toll road that is, the more rapid flow and run through a series of.

For the series of 5 V power supply, you can change the volt regulator on the type 7805 and 7905. This application applies the same in this series. For the series of variations such as the fuse or switch on / off you can try yourself.
+ 18 V transformer – at least 1 A CT
Capasitor at least 35 + V

Read more »

ELECTRONIC

ELECTRONIC

-          Elektron --> Bagian dari atom yang bermuatan listrik Negatif ( - )
-          Atom --> Bagian terkecil dari suatu zat (benda) --> ( Padat, Cair, Gas )
-          Listrik --> Aliran Elektron


-         -    Emisi Electron adalah lepasnya Electron dari ikatan inti atom
-         -    Ilmu listrik adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menggerakkan/ mengalirkan/ membangkitkan electron
-         -    Ilmu electronic adalah ilmu yang mempelajari tentang pengendalian electron



- 

Read more »